Home Kesehatan Jadi Tanaman Obat yang Sering Dipelajari, Ini Sederet Manfaat Daun Afrika

Jadi Tanaman Obat yang Sering Dipelajari, Ini Sederet Manfaat Daun Afrika

48
0
Jadi Tanaman Obat yang Sering Dipelajari, Ini Sederet Manfaat Daun Afrika

Liputan6.com, Jakarta. Daun Afrika dikenal dengan nama Vernonia amygdalina atau Bitter Leaf yang berasal dari benua Afrika dan termasuk dalam tumbuhan semak yang bisa dijadikan bahan obat tradisional. Biasanya, ditemukan pada halaman rumah, sepanjang sungai maupun danau, dan tepi hutan.

Daun Afrika bisa tumbuh dengan baik di daerah yang terkena sinar matahari penuh dan memiliki lingkungan yang lembab. Pertumbuhan dan perkembangan daun afrika juga akan optimal ketika berada di tanah yang kaya akan humus.

Meskipun dikenal memiliki rasa yang pahit, namun daun afrika mengandung banyak nutrisi dan senyawa, yaitu saponin, tanin, triterpenoid, flavonoid, dan asam fenolat yang diyakini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Dalam Bali Medical Journal 2022 yang ditulis Martha Marie Kaseke, Fatimawali, Septyano Sondakh disebutkan bahwa daun afrika menjadi salah satu tanaman obat yang paling sering dipelajari. Itu karena daun afrika memiliki potensi sebagai tanaman obat, dengan beraneka ragam aktivitas farmakologi, seperti antikanker, antimikroba, antiinflamasi, antidiabetes, analgesik, dan diuretik.

Manfaat Daun Afrika

Daun Afrika mengandung banyak nutrisi dan senyawa bioaktif yang memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, seperti dirangkum dari berbagai sumber berikut ini:

  1. Jaga Kesehatan Saluran Pencernaan
    Daun Afrika mengandung senyawa yang dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti diare, sembelit, dan sakit perut. Senyawa ini juga dapat membantu mengurangi produksi gas dalam perut dan mencegah terjadinya kembung. Selain itu, daun Afrika juga mengandung antioksidan yang dapat melindungi sel-sel dalam saluran pencernaan
  2. Menurunkan Kadar Gula Darah
    Daun Afrika dapat memelihara fungsi pankreas yang dapat menghasilkan insulin dan menjaga efektivitas kinerja hormon tersebut. Efek ini berfungsi untuk mencegah terjadinya resistensi insulin dan penyakit diabetes tipe 2.
  3. Menjaga Kesehatan Hati
    Daun Afrika memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga dapat membantu melindungi sel hati dari kerusakan dan mencegah kerusakan sel hati yang disebabkan racun.
  4. Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker
    Kandungan senyawa yang dimiliki daun afrika berfungsi menghambat pertumbuhan sel kanker, misalnya kanker payudara. Tak hanya itu saja, daun ini juga dapat meningkatkan efektivitas kemoterapi dalam pengobatan kanker.
  5. Mengatasi Penyakit Cacingan
    Tak hanya parasit plasmodium, daun afrika juga dapat membunuh parasit jenis lainnya, salah satunya cacing. Ekstrak yang terkandung pada daun ini justru bisa membasmi telur dan larva cacing yang dapat menyerang saluran pencernaan, seperti cacing gelang dan cacing tambang.
  6. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
    Kandungan senyawa dalam daun afrika seringkali disebut seskuiterpenoid dan flavonoid yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh dalam melawan infeksi.
  7. Cegah Leukimia
    Manfaat daun Afrika untuk kesehatan yang kedua adalah dapat mencegah leukemia. Kultur akar dingin, air panas atau ekstrak etanol daun ini bermanfaat bagi pasien leukemia akut dan leukemia myeloid.
  8. Efek pada Organ Reproduksi
    Daun Afrika juga diketahui memiliki efek pada reproduksi. Penelitian dengan ekstrak etanol 95% Vernonia amygdalina pada rahim tikus menyebabkan penurunan tempat implantasi, jumlah janin hidup, dan kelangsungan hidup.
  9. Anti Malaria
    Daun Afrika juga dapat bertindak sebagai agen anti-malaria. Dalam sebuah eksperimen pada hewan di laboratorium, diketahui bahwa ekstrak daun dan akar tanaman ini memiliki aktivitas anti-plasmodial terhadap Plasmodium berghei. Juga, lakton seskuiterpen memiliki tindakan antimalaria terhadap Plasmodium falciparum.
  10. Cegah Alergi
    Selain itu, daun Afrika juga diketahui bermanfaat untuk mencegah alergi, seperti sindrom dermatitis atopik atau eksim.

Budidaya Daun Afrika

Selain memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, daun afrika juga dapat dibudidayakan. Daun ini mampu berkembangbiak dengan menghasilkan tunas baru saat berada kondisi normal.

Biasanya, pertumbuhan tunas pada daun afrika ada di bagian pangkal pohon yang suka muncul di batang utama. Kebanyakan daun afrika sering dilakukan dengan bantuan manusia yang tidak terlepas dari proses pertumbuhannya sehingga tidak memerlukan perhatian khusus. Berikut ini adalah 4 langkah sederhana untuk membudidayakan daun afrika.

Pemotongan batang
Untuk memulai proses pembudidayaan pada daun afrika, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memotong bagian batang atau cabang dari tanaman tua dengan ukuran besar dan berwarna coklat.

Penanaman batang
Setelah dipotong, langkah kedua adalah menanamnya pada lahan yang sudah disiapkan. Proses penanaman sangat mudah karena cukup dengan menancapkan batang tersebut langsung ke dalam tanah.

Menyemai batang
Apabila tidak ingin menancapkan batang daun afrika langsung ke dalam tanah, langkah alternatifnya adalah penyemaian batang. Proses ini dilakukan dengan cara menyimpan batang di area basah dan menunggu hingga batang tersebut mengeluarkan akar halus sebelum ditanam di tanah.

Perawatan Individu Baru
Setelah batang daun afrika ditanam di tanah, tanaman tersebut akan melakukan pertumbuhan alami tanpa memerlukan penangan khusus. Hal ini karena tanaman hanya membutuhkan paparan cahaya matahari yang cukup serta kondisi tanah gembur untuk berkembang dengan baik.

Cara Mengolah Daun Afrika

Daun Afrika bisa langsung dipetik dari pohon dan dikonsumsi setelah dibersihkan. Cara pertama bisa langsung dikonsumsi sebanyak 2 hingga 3 daun dalam sehari yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Meski rasanya pahit untuk dikunyah langsung, tetapi ini bisa membantu tubuh kamu menyerap dari daun afrika secara maksimal.

Cara kedua, memasukkan daun yang sudah dipetik ke dalam gelas dan sirami dengan air panas. Tutup gelas dan biarkan selama beberapa puluh menit sampai airnya hangat dan siap untuk diminum. Selain itu, daun tersebut juga dapat direbus sampai matang dan airnya diminum.

Cara ketiga, ditumbuk sampai halus hingga menjadi bubuk. Kemudian, campurkan satu sendok bubuk dengan segelas air hangat atau panas. Terakhir, kamu dapat menjadikan daun afrika sebagai lalapan bersama makanan lainnya agar bisa mengurangi rasa pahit.

Meskipun daun Afrika bisa dikonsumsi secara langsung, akan tetapi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi tanaman ini sebagai pengobatan alternatif.

Previous articleModus Penipuan Kartu BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Uang Lenyap Rp1,7 Juta
Next articleViral Muncul Virus saat Buka BCA Mobile, Benarkah Harus Tunggu 2 Hari