Home Edukasi Alasan Ngantuk Setelah Makan, Ternyata Lebih Dari Sekadar Kepuasan

Alasan Ngantuk Setelah Makan, Ternyata Lebih Dari Sekadar Kepuasan

76
0

Setelah menikmati hidangan lezat, seringkali kita merasa mengantuk. Dan meskipun kita mungkin menganggapnya sebagai efek sederhana dari makanan yang lezat, ternyata ada lebih banyak penyebab di balik rasa mengantuk ini.

Tentu saja, rasa kenyang setelah makan berperan dalam membuat kita mengantuk. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa ada beberapa faktor lain yang ikut berperan dalam menghasilkan sensasi kantuk ini.

Salah satu faktor utama adalah pelepasan hormon serotonin. Makanan yang kaya karbohidrat cenderung meningkatkan kadar serotonin dalam otak. Hormon ini dikenal sebagai “hormon bahagia” karena dapat membuat kita merasa tenang dan nyaman. Namun, salah satu efek sampingnya adalah mengantuk.

Selain itu, ada juga hubungan antara makanan dan aktivitas otak. Makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh dapat mempengaruhi kerja otak kita. Makanan semacam ini dapat mengganggu ritme sirkadian kita, yang pada akhirnya dapat membuat kita merasa mengantuk.

Selain itu, makanan yang mengandung triptofan, sejenis asam amino, juga bisa memicu rasa mengantuk. Triptofan dapat ditemukan dalam makanan seperti ayam, telur, dan kalkun. Ketika kita mengonsumsi makanan ini, tubuh akan mengubah triptofan menjadi serotonin dan melatonin, yang keduanya dapat membuat kita merasa mengantuk.

Selain faktor makanan, suhu tubuh juga berperan dalam rasa mengantuk setelah makan. Setelah makan, aliran darah kita diprioritaskan untuk mencerna makanan. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh inti kita dan penurunan suhu tubuh perifer, yang pada gilirannya dapat membuat kita mengantuk.

Jadi, meskipun merasa mengantuk setelah makan mungkin terasa biasa, ada banyak faktor yang berkontribusi pada sensasi tersebut. Lebih dari sekadar kenyang, hormon, jenis makanan, dan bahkan suhu tubuh memainkan peran penting dalam mengapa kita sering merasa ingin tidur setelah makan yang lezat.

Previous articleDokter Gigi Berbagi Tips Eksklusif untuk Mengatasi Masalah Bau Mulut
Next articleMengenal Lebih Dalam Gejala Baby Blues: Perubahan Mental Pasca Melahirkan