Home Ekonomi 10 Jenis Indeks Saham yang Ada di Indonesia

10 Jenis Indeks Saham yang Ada di Indonesia

58
0
10 Jenis Indeks Saham yang Ada di Indonesia

Smart People mungkin sudah sering mendengar istilah IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan. Salah satu jenis indeks saham yang digunakan untuk mengukur pergerakan harga saham dari semua emiten yang tercatat di BEI.

Selain IHSG, tentu masih ada index saham lainnya yang perlu diketahui terutama bagi Smart People yang ingin terjun ke pasar saham. Apa saja? Berikut penjelasan selengkapnya.

Pengertian Indeks Saham
Sebelum jenis-jenis indeks yang ada, apakah Smart People sudah tahu apa itu index saham? Definisi dari index saham merupakan ukuran statistik dari pergerakan harga saham yang dikumpulkan berdasarkan kriteria tertentu.

Smart People dapat melihat angka index saham di galeri Bursa Efek Indonesia. Bagi para investor, index saham menjadi acuan untuk menganalisa kondisi pasar dan prediksi tingkat pengembalian dari suatu investasi saham.

Indikator ini juga sangat membantu para trader untuk menentukan posisi, apakah perlu dibeli, dijual atau ditahan. Index saham bergerak, bisa melemah dan menguat yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan politik suatu negara.

Jenis Indeks Saham
Jumlah index saham di Indonesia biasanya diumumkan secara berkelanjutan melalui media cetak dan elektronik. Berikut beberapa jenis index saham yang perlu diketahui.

  1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
    IHSG adalah indikator yang menunjukan pergerakan harga saham gabungan dari semua perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia.
  2. Indeks Saham LQ45
    Indeks LQ45 merupakan indeks yang mengukur performa saham dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi. Sesuai namanya, indeks LQ45 berisi daftar 45 emiten terlikuid.

Daftar saham yang masuk LQ45 harus memenuhi kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Indeks LQ45 diterbitkan dan dikelola oleh pihak ketiga di luar BEI. Indeks-indeks ini akan direview dan diperbarui setiap 6 bulan sekali.

  1. Indeks Sektoral
    Berikutnya ada indeks sektoral yang merupakan indeks harga seluruh saham dari setiap sektor industri. Ada setidaknya 10 sektoral yang dikenal di Bursa Efek Indonesia. Indeks sektoral antara lain pertambangan, pertanian, aneka industri, industri dasar, properti, barang konsumsi, keuangan, infrastruktur, perdagangan dan jasa, keuangan, serta manufaktur.

Sedangkan untuk klasifikasi dari JASICA (Jakarta Stock Industrial Classification), indeks sektoral meliputi pertambangan, keuangan, manufaktur, pertanian, aneka industri, properti, konstruksi bangunan, real estate, industri barang konsumsi, perdagangan, industri dasar dan kimia, jasa, transportasi, investasi, dan utilitas.

  1. Jakarta Islamic Index (JII)
    Indeks harga saham selanjutnya adalah JII yang mengukur performa dari harga saham-saham yang masuk dalam saham syariah. Index saham ini ditentukan atau diterbitkan oleh Bapepam-LK dengan mempertimbangkan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang dimiliki emiten.

Selain JII, index saham syariah yang ditetapkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) ada Indeks Saham Syariah (ISSI) dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70).

  1. Indeks Papan Utama
    Ada juga indeks yang mengukur performa harga saham sesuai papan pencatatannya. Salah satunya Indeks Papan Utama atau Main Board Indeks yang mencatat performa harga dari seluruh saham yang masuk dalam Papan Utama.
  2. Indeks Papan Pengembangan
    Indeks Papan Pengembangan atau Development Board Index merupakan indeks yang menunjukan harga dari saham-saham yang perhitungannya masuk dalam Papan Pengembangan.
  3. Indeks Kompas100
    Indeks Kompas100 berisi daftar 100 saham yang memenuhi kriteria tertentu. Daftar index saham ini dipilih berdasarkan tingkat kapitalisasi pasar dan likuiditas. Mirip seperti LQ45, indeks Kompas100 juga diperbarui setiap 6 bulan.
  4. Indeks PEFINDO25
    Berikutnya ada Indeks PEFINDO25 yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia dengan kerja sama PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Index saham ini terdiri dari 30 emiten yang masuk peringkat pada investment grade. Indeks PEFINDO i-Grade mencatat emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar paling besar.
  5. Indeks BISNIS-27
    Indeks BISNIS-27 merupakan salah satu jenis index saham yang diterbitkan BEI dan harian Bisnis Indonesia. Memuat index harga saham dari 27 perusahaan yang termasuk kriteria pemilihan. Index saham ini dipilih berdasarkan kriteria seperti akuntabilitas perusahaan, fundamental, dan likuiditas transaksi.
  6. Indeks SRI-KEHATI
    Ada juga indeks saham yang mengukur performa harga dari saham-saham perusahaan yang memiliki kinerja baik dan berkelanjutan. Indeks saham ini diterbitkan atas kerja sama BEI dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI)

Cukup banyak ya index saham itu, bukan hanya IHSG saja. Jika Smart People tertarik untuk belajar lebih banyak mengenai dunia saham, bisa trading saham melalui RHB TradeSmart ID. Ada promo menarik untuk Smart People yakni Smart Rate dan Smart Fee.

Smart Rate menawarkan bunga margin yang lebih rendah yaitu 0,025% saja per hari. Ditambah lagi Smart Fee untuk biaya trading lebih hemat dengan 0,08% untuk beli dan 0,18% untuk jual. Smart People tentu bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan memanfaatkan promo tersebut.

Tenang, promo Smart Rate dan Smart Fee dari RHB TradeSmart masih tersedia dan diperpanjang hingga Juni 2023 mendatang. Jadi, ayo download aplikasi RHB Tradesmart ID di Play Store dan App Store. Mulai trading saham dengan fitur lengkap RHB TradeSmart ID dan promo menarik yang ada.

Itulah ulasan mengenai jenis index saham di Indonesia yang perlu Smart People ketahui. Indeks yang diterbitkan hanya sebagai acuan, Smart People tetap harus memperhatikan analisa teknikal dan fundamental untuk mengambil keputusan investasi.

Source:

Siti Hadijah. 2021. “Index Saham: Pengertian, Jenis dan Kegunaannya”. Cermati.com

Finansialku. 2015. “Jenis – Jenis Index Harga Saham di Indonesia”. Finansialku.com

Listyorini. 2019. “Mengenal Jenis-Jenis Index Saham”. Investor.id

Previous articleSophia Latjuba Ulang Tahun ke-53, Ini Film yang Sempat Dibintangi
Next articleMengenal Jenis Indeks Saham